Manfaat Hati yang Bersih dan Tabah

tidak ada komentar
hati bersih
Hati yang bersih adalah hati yang senantiasa menjaga seorang dari perbuatan dan ucapan yang sia-sia, melukai dan mengundang kebencian dan kegelisahan. Namun kata yang keluar dari lisannya adalah kata yang banyak mengandung makna, berisi hikmah, ada manfaat yang ditinggalkan, tidak menyombongkan diri dan tidak juga riya. Sedangkan perbuatannya membuat semua orang senang dan bahagia karena menenangkan. Pancaran hatinya yang bersih dan bening akan terbias dari setiap akhlak dan perbuatan yang dilakukan.
Rasulullah bersabda :

“Sesungguhnya di dalam diri manusia ada segumpal darah (hati), apabila hati itu baik maka baik pula seluruh diri dan amal perbutan manusia dan apabila hati itu rusak maka rusaklah seluruh diri (amal perbuatan manusia tersebut). Ingatlah,ia adalah hati”.
(Shahih Bukhari dan Shahih Muslim dari Nu’man IbnBasyir ra). 

Sedangkan hati yang tabah adalah hati yang kuat segala goncangan, bukan berarti mengalah apalagi pasrah atas kesulitan yang dihadapinya tapi di sinilah titiknya menemukan kekuatan untuk bertahan dan tidak menyerah. Hal ini juga dapat dirasakan dari manfaat meditasi yang baik untuk kesehatan maupun menengakan pikiran, sehingga perasaan menjadi tenang dari berbagai macam yang mengganggu.

Sebenarnya terdapat hubungan yang berkaitan erat pada seseorang yang memiliki hati yang bersih dan tabah yaitu semua bermulakan dari membersihkan hati dari debu-debu prasangka buruk, dendam, iri dan sebaris penyakit hati yang lain. Bermula dari hati yang bersih karena jaminan untuk menjadikan hati yang tabah, kuat bila hati sudah diperbaiki dan dibereskan. Hati yang masih memiliki titik hitam, maka seorang tak dapat bercermin pada hatinya untuk membedakan mana yang baik atau buruk,untuk tabah atau tidak.

“Tidaklah seorang muslim tertimpa kecelakaan, kemiskinan, kegundahan, kesedihan, kesakitan maupun keduka-citaan bahkan tertusuk duri sekalipun, niscaya Allah akan menghapus dosa-dosanya dengan apa yang menimpanya itu.” (HR. Bukhari).

"Besarnya pahala sesuai dengan besarnya cobaan, dan sesungguhnya apabila Allah mencintai suatu kaum maka Dia akan menguji mereka. Oleh karena itu, barangsiapa yang ridha (menerima cobaan tersebut) maka baginya keridhaan (Allah), dan barangsiapa murka maka baginya kemurkaan (Allah)." (HR. Ibnu Majah).

Manfaat Hati yang Bersih dan Tabah.
Seseorang mampu beradaptasi sedikit demi sedikit terhadap masalah yang dihadapinya, mampu untuk terbiasa dan kompromi atas kesulitan yang menghampiri.
Tidak mudah frustasi atau stres maupun melakukan bunuh diri. Kita mampu lebih toleransi dengan keadaan yang membuat kita terhimpit.
Akibat fatal dari stres yang berada di titik puncak dapat berkurang karena ketabahannya tersebut sehingga dalam menghadapi guncangan dahsyat dari masalah bukan lagi menjadi ancaman tapi tantangan petualangan baru menuju episode rangkaian hidup selanjutnya.
Mengurangi pikiran atau prasangka buruk atas keadaan yang sulit. Kita lebih mampu menyesuaikan diri secara kognitif tiap menghadapi situasi-situasi yang buruk dan mengancam kemudian selanjutnya mampu memandang segalanya ke arah yang positif dengan pemikiran jernih untuk menemukan jalan keluar. 
Sebagai analogi, kita anggap masalah seperti lubang yang memiliki berbagai bentuk seperti lingkaran,kotak,segitiga, dan bentuk lainnya. Lalu kita seakan seperti benda yang harus memasuki lubang. Misalnya kita memasukkan benda berbentuk lingkaran ke lubang segitiga, maka pasti sulit namun sebaliknya jika kita memasukkan benda segitiga ke lubang segitiga maka kita lebih mudah untuk menutupi lubang tersebut. Seperti halnya dalam menghadapi masalah, ketabahan hati dan kebeningan hati membuat kita mengenali bentuk-bentuk kesulitan kemudian menyesuaikan diri dengan bentuk-bentuk tersebut.
Orang yang memiliki beban berat yang bertumpuk, biasanya cepat jatuh sakit sebab daya tahan tubuh juga terganggu karena rangsangan otak yang bekerja terus-menerus tanpa henti lalu stres. Oleh karena itu sebaliknya bila kita bisa menginstruksi diri untuk tabah maka kita tidak akan mudah jatuh sakit.
Membantu kita dalam mengambil keputusan dengan pertimbangan yang matang dan melihat kesempatan dengan bijak dan jernih.
“Allah tidak hendak menyulitkan kamu, tetapi Dia hendak membersihkan kamu dan menyempurnakan ni`mat-Nya bagimu, supaya kamu bersyukur.”
Membantu kita mengubah ketakutan menjadi keberanian karena pikiran menjadi lebih positif, tidak berfokus lagi pada masalah tapi pada jalan keluar dan manfaat yang dapat diambil setelahnya.
Mampu menangani keadaan yang mengancam dan bertanggungjawab untuk menyelesaikan sampai tuntas, tidak menghindar namun tidak menyerah.
Mampu meyakini diri sendiri akan nilai-nilai kebenaran, nilai janji kesuksesan dari usaha keras lalu membantu meningkatkan kepercayaan diri sendiri dan merasa lebih berkembang dengan pengalaman yang didapatkannya.
Mampu mendefinisikan bahwa hal-hal yang sulit bagi kita untuk mewujudkan sesuatu adalah hal yang wajar kemudian yakin akan ada peluang untuk mewujudkannya menjadi nyata. Hal yang sulit tadi menjadi tantangan menarik dalam mengarungi proses menuju tujuan yang kita inginkan.
Membantu pandangan kita menjadi lebih fleksibel, lebih terbuka dan siap menghadapi resiko demi resiko yang berdatangan dalam mewujudkan keinginan.
Ada kerelaan, penerimaan,dan penghargaan terhadap tiap kesulitan dan menganggapnya sebagai harga yang harus dibayar lunas sebelum tiba di puncak kesuksesan.
Mampu berkomitmen kuat dan memiliki perasaan yang lebih lapang sehingga dapat menetralkan stres maupun beban yang menghampiri.
Rasa optimis lebih meningkat namun tidak berarti merasa hebat segalanya bisa terlampaui.
Mampu belajar untuk menerima dan memahami kejadian yang menyakitkan dengan tulus. Rasa putus asa, menyerah dan keinginan mengeluh dapat terkikis sedikit demi sedikit.
Memiliki visi yang jelas dan semangat yang besar menjalani hidup karena kita belajar tidak lagi cepat terhenti ketika harus terjatuh ke dalam lubang menyakitkan.
Kita bisa belajar tidak lagi dari kenyataan pahit, tidak cemas dengan segala akibat buruk lalu merengkuh rasa damai di hati dengan melakukan kebaikan.
Mampu untuk tidak memandang remeh diri sendiri   merasa lega dengan segala yang telah dilalui.
Tidak lagi mencemaskan hal-hal yang kan terjadi di masa depan alias trauma untuk melanjutkan hidup.
Menemukan inspirasi baru dengan menjadikan kejadian yang mengguncang adalah bagian dari kehidupan dan tidak menyesalinya.
Memiliki ketenangan dan kedamaian tersendiri, tidak mengandalkan perasaan namun mampu menggunakan akal secara cerdas menemukan solusi.
Dapat mengurangi menjadi diri yang pemendam bertumpuk masalah namun fokus menyiapkan strategi tiap dihampiri masalah atau kesulitan.
Menjadikan diri lebih kreatif dalam menemukan jalan keluar maupun dari kesulitan dan kesedihan yang dialami.
Mampu lebih fokus terhadap kelebihan diri sendiri daripada kekurangan karena rasa takut dalam diri berkurang namun digantikan dengan keyakinan pada kelebihan maupun kekuatan yang dimiliki.
Lebih hati-hati dan teliti dalam mengambil keputusan yang bisa saja mendatangkan resiko besar.
Belajar memiliki keteguhan hati,tidak terlalu bawa perasaan dan mendorong diri membangun karakter yang sebenarnya.

Dapat menghindarkan diri dari rasa dendam dan sikap suka menyalahkan siapa atas masalah yang terjadi.
Mendapatkan keuntungan berupa kekayaan hati yang bisa lebih menata diri agar tidak terlalu larut dari hambatan yang menguji baik lahir maupun batin.
Rasa gundah dan merasa letih tiap jenjang kesulitan hidup sudah mulai diatasi dengan manajemen hati yang penuh rasa syukur karena kemampuan sedang diuji.
Tiap menghadapi kesulitan maupun cobaan,tidak lagi cemas namun akan lebih dari siap.  
Hati menjadi terbebas melakukan kebiasaan buruk suka mengumpat masalah atau suka menyumpahi secara sembarangan.

Mampu mengarahkan pikiran kita ke hal-hal yang besar dan inspiratif,belajar tidak lagi membiarkan kelemahan menentukan nasib diri sendiri namun membuat diri menentukan nasib tersebut dengan pikiran yang benar.
Meski kelemahan ada pada diri tiap orang,namun akan menjadi kekuatan ketika kita mampu meneguhkan hati dengan kelemahan. Bisa saja ha tersebut menjadi jalan menemukan kekuatan dalam diri yang sebenarnya.
Melahirkan pada diri keberanian sejati. Karena keberanian datang dari hati yang tabah secara terus menerus.Segalanya tergantung kita yang menata hati. Memang sulit mewujudkan hati yang bersih dan tabah tapi tidak perlu sulitnya diperhatikan. Karena hal yang perlu adalah manfaat dibaliknya.
Ketabahan hati bermanfaat bagi kesehatan fisik, mental, dan hubungan kepada sesama juga kepada Pencipta. Hubungan kepada Sang Pencipta lebih baik karena  Yang Menciptakan kita jauh lebih tahu apa yang baik dan kita butuhkan.

Semoga dapat bermanfaat.
IKLAN SPNSOR DARI ADNOW
loading...

"Pembaca yang terhormat, setelah membaca Konten silahkan berikan saran dan memberikan umpan balik yang bersifat membangun, Silakan Tulis Komentar yang Relevan dengan Bahasa yang Sopan. Komentar anda mengilhami saya untuk terus ngeblog. Pendapat anda jauh lebih berharga bagiku. Terima kasih".